CompileDaily
AI

Usai Cetak Laba Kuartalan Rekor, CEO Palantir Kritik Keras Lab AI Frontier

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di tengah euforia hasil kuartalan terbaik sepanjang sejarah perusahaannya, CEO Palantir justru memilih momen tersebut untuk melancarkan kritik paling tajam yang pernah ia sampaikan terhadap raksasa-raksasa laboratorium AI, termasuk menyebut nama salah satu dari mereka secara langsung.

Palantir melaporkan hasil keuangan kuartal kedua 2026 pada Senin, 3 Agustus 2026, mencatatkan pendapatan sebesar 1,9 miliar dolar AS, melonjak 93 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan mencapai 1,1 miliar dolar AS, tercatat sebagai laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah Palantir, bahkan melampaui total pendapatan mereka pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan komersial di Amerika Serikat melonjak hampir 150 persen, mendorong saham Palantir sempat melonjak lebih dari 9 persen usai laporan ini dipublikasikan.

Kritik Tajam di Tengah Hasil Gemilang

Meski hasil kuartalan ini terbilang sangat positif, CEO Palantir, Alex Karp, justru memanfaatkan momen tersebut untuk kembali melontarkan kritik keras terhadap laboratorium AI frontier dalam surat resmi kepada para pemegang saham. Karp, yang memiliki latar belakang akademis di bidang filsafat dan meraih gelar doktor dalam teori sosial, menulis pernyataan yang cukup provokatif dalam suratnya tersebut.

"There are Marxist overtones and undertones to our business," tulis Karp dalam surat kepada pemegang saham terkait kuartal luar biasa Palantir tersebut. "Others, including many of those building large language models, intend, knowingly or otherwise, to capture the means of production of their purported partners," lanjutnya, menyiratkan bahwa perusahaan-perusahaan yang membangun model bahasa besar berpotensi mengambil alih "alat produksi" dari mitra bisnis mereka sendiri.

Menyebut Anthropic dan Dario Amodei Secara Langsung

Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Karp semakin menegaskan kritiknya, menuduh lab AI frontier menganggap diri mereka berhak "menjajah" perusahaan klien mereka. Ia menyebut praktik perusahaan yang menggantungkan diri sepenuhnya pada model dari lab AI besar sebagai bentuk "tokenmaxxing", istilah yang digambarkannya secara blak-blakan sebagai perilaku yang pada dasarnya membayar untuk hak memindahkan kekayaan intelektual dan keahlian perusahaan ke dalam model pihak lain, yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk membangun bisnis kompetitor tanpa lagi membutuhkan bisnis atau tenaga kerja asli klien tersebut.

Yang membuat pernyataan ini semakin mencolok, Karp secara eksplisit menyebut nama Anthropic dan CEO-nya, Dario Amodei, dalam wawancara tersebut. "Saya sudah menghabiskan banyak waktu bersama Dario dan tim Anthropic. Mereka ingin memberi tahu kita bahwa kita harus berjalan menuju masa depan di mana kita tidak memiliki apa pun, di mana bisnis kita tidak lagi menguntungkan, di mana tidak satu pun dari kita punya pekerjaan, dan di mana justru lawan kita yang menang," ujar Karp.

Model Bisnis Palantir: AI Sovereignty

Kritik Karp ini tidak lepas dari model bisnis Palantir sendiri, yang menyediakan software AI dan analisis bersifat model-agnostic, artinya tidak terikat pada satu model AI tertentu, bagi klien pemerintah maupun perusahaan swasta. Pendekatan ini memungkinkan organisasi tetap mengontrol data mereka sendiri, termasuk apa yang disebut Palantir sebagai "AI exhaust", yaitu prompt, orkestrasi, dan konteks yang dihasilkan dari penggunaan AI mereka sehari-hari. Konsep ini menjadi inti dari kampanye pemasaran Palantir yang mereka sebut sebagai "AI sovereignty" atau kedaulatan AI.

Lihat Layanan Kami

Sekaligus Mendukung Model Open-Weight

Menariknya, meski mengkritik keras lab AI frontier tertutup, Karp dan Palantir justru termasuk pihak yang mendukung keterbukaan model AI secara lebih luas. Perusahaan ini tercatat sebagai salah satu penandatangan surat terbuka bersama Nvidia, Microsoft, dan sejumlah perusahaan teknologi besar lain, yang mendesak pemerintah untuk tidak membatasi model open-weight.

"Kita butuh kompetisi kalau kita mau menjaga perusahaan model tetap jujur, yang sama artinya dengan software enterprise," ujar Karp. Ia menambahkan, "Cara kita menang di Amerika adalah dengan berkompetisi, dan model open kita harus menjadi sebaik model open buatan China."

Reaksi Beragam dari Petinggi Industri Lain

Pernyataan Karp ini memicu berbagai tanggapan dari kalangan eksekutif teknologi lainnya. CEO Microsoft, Satya Nadella, menulis di platform X pada 12 Juli 2026, menyampaikan pandangan yang selaras dengan kekhawatiran Karp. "Yang diinginkan pelanggan teknis adalah kontrol atas compute, model, data stack, dan alpha mereka. Mereka ingin tahu bahwa mereka memiliki alat produksi mereka sendiri, dan itu tidak dipindahkan ke pihak lain," tulis Nadella, menambahkan bahwa rezim saat ini justru melakukan tepat transfer yang dikhawatirkan Karp dan berbagai perusahaan lain.

Sementara itu, CEO JP Morgan, Jamie Dimon, dalam wawancara di CNBC pada 15 Juli, mengaku belum mendengar langsung komentar Karp tersebut, namun menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan ke depannya akan semakin cermat memperhatikan bagaimana mereka membelanjakan dana dan mencari kejelasan soal pengembalian investasi dari setiap pengeluaran teknologi mereka.

Proyeksi Bisnis yang Terus Membaik

Terlepas dari perdebatan filosofis yang dilontarkan Karp, kinerja bisnis Palantir sendiri terus menunjukkan tren positif. Perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan komersial Amerika Serikat untuk 2026 menjadi melebihi 3,42 miliar dolar AS, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,22 miliar dolar AS.

Menariknya, terlepas dari kritik tajam yang dilontarkan Karp terhadap lab AI frontier, laporan TechCrunch mencatat sebuah ironi tersendiri: lab-lab AI tersebut sama sekali tidak menyingkirkan Palantir dari pasar seperti yang mungkin dikhawatirkan. Justru sebaliknya, lonjakan penggunaan AI secara luas di berbagai sektor justru menjadi salah satu pendorong utama di balik hasil kuartalan rekor yang baru saja dicatatkan Palantir tersebut.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.