CompileDaily
Saham

IHSG Dibuka Naik 0,35% ke 6.256, Analis Ingatkan Peluang Koreksi Jangka Pendek

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Indeks saham Indonesia membuka perdagangan dengan sentimen positif, terbawa arus penguatan tajam Wall Street semalam, meski di balik itu tekanan jual investor asing masih membayangi pergerakan sehari sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Berdasarkan data Stockbit, indeks berada di level 6.256,54, naik 22,05 poin atau 0,35 persen dari penutupan sebelumnya.

Melanjutkan Pelemahan Tipis Kemarin

Penguatan pagi ini terjadi setelah IHSG mengalami sedikit tekanan pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Indeks saat itu ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 6.234, meski sempat dibuka jauh lebih tinggi di 6.272,62 dan bahkan menyentuh level tertinggi 6.273,33. Namun tekanan jual membuat indeks terkoreksi hingga menyentuh level terendah 6.213,35 sebelum akhirnya ditutup mendekati level pembukaan.

Menurut riset BNI Sekuritas, penutupan Senin tersebut disertai net sell asing sebesar Rp759 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi TPIA, AMMN, BMRI, BBRI, dan ASII.

Sentimen Positif dari Wall Street

Penguatan pembukaan hari ini turut didorong reli tajam bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Senin. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,32 persen, S&P 500 naik 1,48 persen, dan Nasdaq Composite melesat 2,13 persen, dipimpin kenaikan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Reli tersebut dipicu anjloknya harga minyak dunia setelah Presiden Amerika Serikat membatalkan rencana serangan terhadap Iran, meredakan kekhawatiran geopolitik yang sempat membebani pasar. Harga minyak Brent turun 4,73 persen menjadi 83,77 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate merosot 5,11 persen menjadi 80,34 dolar AS per barel. Di jajaran saham teknologi, Meta Platforms melonjak sekitar 6 persen, Amazon naik lebih dari 4 persen, Nvidia menguat hampir 3 persen, sementara Alphabet dan Microsoft masing-masing naik hampir 5 persen.

Konteks Pemulihan yang Lebih Luas

Lihat Layanan Kami

Meski sempat tertekan pada awal pekan ini, tren yang lebih luas justru menunjukkan pemulihan yang cukup solid. Sepanjang pekan 27-31 Juli 2026, IHSG justru mencatatkan penguatan 0,64 persen, dengan investor asing membukukan net buy sebesar Rp7,10 triliun di seluruh pasar selama periode tersebut.

Secara bulanan, performa IHSG sepanjang Juli 2026 bahkan lebih mengesankan, menguat 6,13 persen ke level 6.236,12, menjadikannya reli bulanan terkuat sepanjang 2026. Meski demikian, secara year to date, indeks masih tercatat terkoreksi 27,88 persen, menyisakan ruang pemulihan yang masih terbuka lebar apabila sentimen domestik tetap kondusif.

Analis: Waspadai Peluang Koreksi Jangka Pendek

Meski sentimen pagi ini positif, sejumlah analis mengingatkan investor untuk tetap waspada. Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyebut IHSG berpeluang mengalami koreksi jangka pendek pada perdagangan hari ini, dengan level support diperkirakan berada di kisaran 6.140-6.180 dan resistance di 6.260-6.300.

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan pandangan yang sedikit berbeda, menilai posisi IHSG saat ini masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.352-6.545 secara teknikal, meski tetap mengingatkan potensi pembalikan arah jangka pendek ke kisaran 6.122-6.180. MNC memperkirakan level support di 6.029 dan 5.839, dengan resistance di 6.266 dan 6.377.

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, memberikan proyeksi lebih luas untuk sepanjang Agustus. Menurutnya, secara historis Agustus merupakan bulan yang cenderung positif bagi IHSG, namun probabilitas penguatan tahun ini diperkirakan berada di kisaran 60 hingga 65 persen, lebih rendah dibanding tingkat keberhasilan historis yang mencapai 100 persen. Penurunan probabilitas ini disebabkan pasar yang kini harus turut memperhitungkan risiko suksesi Gubernur Bank Indonesia serta ketidakpastian data ekonomi Amerika Serikat.

Liza menambahkan bahwa momentum teknikal IHSG sebenarnya mulai membaik, dengan reli Juli menjadi yang terkuat sepanjang 2026 dan membawa indeks kembali bergerak di atas moving average 10 hari dan 20 hari. Indikator Relative Strength Index harian saat ini berada di level netral 53,6, menunjukkan ruang pergerakan yang masih terbuka baik ke arah penguatan maupun pelemahan lanjutan.

Catatan: Artikel ini menyajikan data pergerakan pasar dan pandangan analis untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi investasi. Data harga saham bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pembaca disarankan memverifikasi data terkini secara mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.